Joko

Sudah tiga hari ini aku tak  melihat joko, cleaning service yang biasa membersihkan  ruanganku. Kemarin pagi baru aku dapat kabar dari anak lain yang sedang membersihkan ruanganku.

Istrinya kabur pak, jawabnya singkat ketika aku tanya kabar joko. Jadi joko lagi nyari istrinya? Tanyaku seketika. Iya, udah dua hari dicari nggak ketemu, padahal kalo sampe tiga hari nggak masuk joko bisa dipecat, lanjutnya. Hmmm….kasian juga si joko ini. Istrinya kabur, sedang hamil dan perusahaan nggak mau tahu urusan-urusan begitu. Kabur? Hmmm…tiba-tiba aku membayangkan what if that happen to me. Will i find out where my wife is? Pastinya begitu tapi kayaknya aku harus berfikir dengan jernih apakah kaburnya istriku karena ketololanku ataukah karena saking manjanya istriku. Aku tetep harus membedakan mana memanjakan dan mana mendidik karena kalo segala masalah harus diselesaikan dengan acara kabur, berabe dong.

Pagi ini aku lihat joko sedang bersih-bersih, aku tanya darimana aja. Nyari istri pak, kabur, jawabnya tanpa malu-malu. Kabur kenapa? Tanyaku. Katanya saya kurang perhatian dan kasih sayang. Hihihi…aku sempet tersenyum dalam hati, segitu polosnya si joko ini menjawab. Terus? Tanyaku lagi. Akhirnya ketemu di daerah jembatan merah, dirumah temennya, padahal saya nyari sampai ke madiun dan bojonegoro. Oooohhh.., timpalku sambil menunjukan rasa simpati. Tanpa ditanya joko melanjutkan…’sebenarnya orangtua saya melarang saya nyari karena toh kabur sendiri,bukan diculik,tapi saya nggak tega sama jabang bayi dalam perutnya’. Aku dengarkan uraian singkat joko dengan seksama dan tiba-tiba aku merasa kagum dengan pendiriannya. Siapa bilang lelaki sejati seseorang yang selalu gagah dan berpakaian mentereng? Nggak. Bagi saya pagi ini joko si cleaning service dengan seragam biru dan tubuh kurus adalah lelaki sejati. Seorang lelaki yang bertanggung jawab atas manusia yang dititipkan Tuhan kepadanya.

Tiba-tiba muncul pertanyaan nakalku buat joko, ..’kalo seandainya istrimu kabur nggak sedang hamil,kamu tetep cari nggak?’

Joko diam sejenak dari urusan pelnya, kemudian menjawab,…’tetep dicari,pak, bagaimanapun dia istri saya.’

Hmmm….satu poin lagi dari joko, pagi ini saya belajar dari guru bernama joko

Published in: on October 31, 2008 at 1:12 am Leave a Comment

cabut gigi dan sunat

Hari sabtu ini kami sekeluarga punya acara kondangan. Teman sekelas anakku,haikal di kelas 2 SD AlFalah disunat. Sengaja kami datang selain bersilaturahim juga agar Haikal tahu bagaimana disunat. Sampai di rumah korban (hahaha….menurut saya sih yang disunat layak disebut korban karena bagian vitalnya dipotong sekian centi…) nampak tamu-tamu hadir dan kami langsung menemui Bima si korban sunat. Haikal nampak tak antusias dengan acara sunat walau dia tahu ada uang dan kado yang bisa diperoleh sebagai kompensasi melepaskan sekian centi ujung daging bagian vitalnya. . Dari acara sunat kami lanjut ke dokter gigi karena sudah janji akan mencabut gigi haikal yang belum tanggal dan sudah terdesak gigi baru yang akan tumbuh. sampai di ruang dokter kembali terjadi tawar menawar antara haikan dengan sang mama dan dokter. Pertanyaan keseribukalinya tetap apakah dicabut gigi sakit atau tidak. Aku keluar dari ruang dokter karena takut malah nggak sabaran menanggapi perilaku haikal yang sangat penakut (hehehe…padahal istriku selalu menuduh bahwa sifat penakutnya adalah gen dariku..). Dari ruang tunggu aku dengan jelas mendengar suara haikal mulai menangis dan meraung. Aku sempet sangsi jangan-jangan kali inipun acara mencabut gigi akan gagal lagi. Minggu kemarin malah sempat disuntik pain killer di gusi tapi cabut gigi batal karena haikal keburu ngamuk. Beberapa bulan lalu saat Haikal sakit demam panas malah lebih lucu lagi. Dokter memutuskan untuk mengambil sampel darah karena panas sudah masuk hari ke empat. Segala cara bujuk rayu dilakukan agar Haikal mau diambil darah dengan jarum suntik tapi malah menangis dan meraung. Akhirnya karena aku dan istriku tak mau ambil resiko seandainya thyfus atau demam berdarah terjadi, aku dan istriku dibantu tiga orang perawat menjegal lengan dan kaki haikal di ruang UGD. Ruangan hampir pecah dengan jeritan Haikal yang mencapai tujuh oktaf. selesai diambil darah tangisnya tidak mereda malah ditambah pukulan-pukula ke arahku. Lucunya ditengah amarah dan pukulannya, Haikal sempet menjawab beberapa pertanyaanku seputar TintIn, buku komik kesayangannya.

Pintu ruang dokter tiba-tiba terbuka dan Haikal keluar dengan bibir yang manyun karena diganjal kapas. Ternyata acara cabut gigi sukses walaupun istriku sampai berkeringat karena mengendalikan tangan dan kaki Haikal yang berontak. Kembali ke soal sunat, aku semakin yakin kalo anak keduaku ini lebih baik disunat saat sudah masuk SMP nanti karena cengengnya diatas rata-rata.

Published in: on October 11, 2008 at 7:53 am Leave a Comment

nada dering

Sepuluh tahun yang lalu handphone masih dikategorikan barang mewah yang hanya dapat dimiliki oleh beberapa gelintir orang dari strata tertentu. kini kita bisa lihat bahkan para kuli bangunan proyek pun asyik bertelepon genggam saat jam istirahat mereka. pembantu saya di rumah punya dua handphone yang seringkali ganti casing atau ganti merek. handphone sudah bukan lambang apa-apa dan dianggap sebagai alat komunikasi semata (walau bagi pembantu saya teuteup dipakai alat bergaya saat mudik di kampungnya). memang masih ada luxurious side nya karena ada beberapa merek handphone yang berharga ratusan juta seperti Vertu. tapi saya anggap itu biasa karena toilet pun ada yang berharga ratusan juta bahkan milyaran seperti milik Sultan Brunei karena berlapis emas. seperti halnya kehadiran satu produk barang konsumsi selalu diikuti produk pelengkap atau aksesoriesnya, demikian juga handphone. ada sarung handphone, gantungan handphone, casing sampai pilihan nada dering, nada sambung maupun nada tunggu sebagai asesories tersendiri bagi pemiliknya. soal nada-nada ini banyak ceritanya. pernah saya telpon temen saya yang santun,kalem dan santri serius ternyata ketika saya telpon ponselnya terdengar nada sambung lagu nidji yang bernuansa rock ABG, saya sempet geli membayangkan teman ini berjingkrakan mengikuti lagu nidji…..biarkan waktu…waktuuuuu..hapuuus akuu. ada lagi seorang teman saya yang sangat melankolis dan selalu nampak sedih dan memasang nada sambung yang selalu bergonti-ganti tapi tetap dengan lagu-lagu nuansa  sedih dari mulai lagu agnes monica yang meratap sampai lagu rossa yang menghiba, mungkin saja kalo betharia sonata mengeluarkan album baru teman saya ini bakal pasang juga sebagai nada sambung pribadinya. temen yang lain ada lagi yang ikut2an latah pasang nada sambung pribadi ocehan cinta laura …tukang ojek …becek…padahal secara usia udah hampir kepala empat, ada juga temen yang pasang nada sambung suara arthalita yang sedang bertelepon dengan urip yang keabsahan suaranya patut diragukan. yang seneng horor pake suara detik2 terakhir menjelang pesawat adam air nyungsep di laut sulawesi. nada dering juga bermacam macam. temen saya ada yang pasang nada dering suara bayi cekikikan padahal kalo berbunyi saat rapat serius bisa membuyarkan konsentrasi peserta. ada lagi yang pasang nada dering lagu tahun tujuhpuluhan yang dengernya saja udah bikin suasana geli. ada satu kejadian lucu perkara nada dering ini, boss kantor pusat  suatu ketika datang dan memimpin rapat dengan peserta berjumlah seratusan orang. suasana cukup tegang karena membahas perkara darurat di kantor kami. tiba2 terdengar suara ayam berkokok dan kami semua tahu itu nada dering sebuah ponsel. nada dering kokok ayam kembali berbunyi dan si empunya belum juga mengangkat atu mematikan suara panggilan yang terasa aneh itu. boss lalu mulai pasang wajah kurang berkenan dan suasana terasa nggak enak karena kami takut kalo-kalo boss kantor pusat ini marah besar.sekali lagi berbunyi, eh, si boss malah langsung merogoh saku celananya sambil nyengir malu-malu gengsi…”maaf, handphone saya ternyata…”

“iiiih………….,aku mengutuki dan merutuki, bukan karena sewot sama boss, tapi aku kasihan saja…boss gagah berwibawa kok nada deringnya kukuruyuk kukuruyuuuuuk……

Published in: on October 10, 2008 at 5:16 am Leave a Comment

main uang

Pagi ini nyampe di kantor saya langsung disambut seraut wajah sedih milik sahabat saya . Wajahnya nampak pucat seperti orang kurang tidur. Saya tanya kenapa dan dengan ragu dan berat akhirnya dia cerita bahwa baru “kebakaran” di lantai bursa. sahabat saya ini ternyata menyimpan seluruh tabungannya dalam bentuk saham reksadana yang dibeli lewat perusahaan sekuritas. uang yang dia simpan nilainya sudah menjadi empat kali lipat dari nilai awal pertamakali beli dan sekarang ciut menjadi setengah dari nilai awal. artinya kalo dulu nyimpen 100 juta, sebelum kiamat wall street kemaren harganya udah jadi 400 juta dan sekarang setelah kiamat itu nilainya tinggal 50 juta.Gila. aku nggak bisa komentar karena rasanya apapun yang aku katakan akan sulit bagi seseorang yang sedang mengalami kekalutan seperti itu. jauh di lubuk hati saya cuma teringat teori ekonomi tentang high return high risk. keuntungan yang besar pasti selalu berisiko besar. bagi saya uang memang tidak seharusnya dijadikan alat untuk dikembangbiakan dan diperanakan dengan cara ongkang-ongkang, seperti membungakan dengan rente. demikian juga bermain saham, bagi saya pribadi tak lebih seperti judi. judi dengan teori dan legalitas hukum ekonomi.

Published in: on at 12:59 am Leave a Comment

kata kata yang baik

Pagi ini saya bangun dengan perasaan yang nyaman sekali. saya bersyukur kemarin sempet baca buku walau sedikit dan terngiang dengan sebuah kalimat yang menurut saya nyentuh banget………” Jika kita meninggalkan semua yang haram karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang halal”. Kalimat ini bagi saya adalah sebuah pengharapan sekaligus janji. Bayangkan, Tuhan kita yang Maha Agung berjanji (janji! hebat nggak sih?) bahwa Ia akan memberikan pengganti pada setiap hal haram yang kita tinggalkan dengan sesuatu yang halal. Tiba-tiba saya merasa begitu penuh harapan pagi ini. Ya, mudah-mudahan seiring waktu semakin sedikit dan akhirnya terhenti segala hal haram yang masuk tubuh, fikiran maupun panca indra saya. Allah tak mungkin ingkar janji.

Published in: on October 9, 2008 at 12:43 am Leave a Comment

buka bersama

tiga hari sebelum puasa berakhir aku dan beberapa teman SMA mengadakan acara buka bersama di rumah Ellah. seperti biasa tim rame, jang akung dan nyi Odah hadir tepat waktu bahkan nyi Odah katanya yang nyiapin masakan segala. ada sop kaki sapi sampe mi golosor yang aku sendiri nggak tahu apa bahasa Indonesianya ( jangan jangan mie licin). ternyata ada beberapa temen yang hadir diluar dugaan, such as Agus Saputra yang selama ini sempet menghilang dan evi novida yang diantar setiawan mantan penggemarnya di SMA dulu. makanannya mak nyus sampe perut kami (kami? aku kali) kamereka’an (kekenyangan coy….). kami sempet foto2 dan rekaman segala (agus saputra bahkan membuat pengakuan resmi di rekamana) dan aku berjanji akan menyimpannya di blog ku agar sahabat yang jauh seperti asep setiawan bisa liat dan sirik.

Published in: on October 4, 2008 at 3:43 am Comments (3)