Ada bahagia tak terkira ketika aku mendengar tawa teh lilis yang hampir meledak menceritakan kenikmatannya membaca tulisanku. Aku sendiri hampir tak pernah menyangka jika beberapa helai ingatan tentang masa lalu yang kucoba rajut dalam sebuah tulisan memoar pendek mampu membangkitkan ingatan dan kenangan teh lilis tentang kejadian-kejadian di masa lalu. Aku menulis tentang beberapa pengalaman masa kecilku yang sering berbuat onar dan selalu ingin tahu. Aku juga menceritakan tentang bagaimana aku sebagai anak kecil memandang sekelilingku, termasuk melihat sudara-saudaraku. Kenangan memang seperti sebuah titian emas yang terpatri di permukaan ingatan. Seorang yang sangat mencintai kehidupan pasti sering melihat titian emas yang ada dalam ingatannya. Tak heran jika seseorang yang terkena amnesia atau terkena serangan di otak yang menyebabkan memori ingatannya rusak harus distimulus dengan cerita dan kenangan masa lalunya. Manusia sehatpun sering kali terlupa dengan kenangan manis maupun pahit yang telah dilaluinya. Kenangan pahit sebaiknya memang kita lupakan walaupun saat tertentu layak untuk dikenang kembali agar kita mampu bersyukur atas keadaan yang lebih baik saat ini. Kenangan manis selayaknya sering kita panggil dari memori otak agar kita sadar bahwa betapa hidup kita selama ini telah penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan sehingga kesulitan-kesulitan yang ada selama ini ternyata tak sebanding dengan keindahan dan kebahagiaan yang telah kita rasakan. Dibalik setiap cerita pahit selalu terselip penggalan manis karena Tuhan senantiasa menyelipkan hikmah pada setiap kejadian. Cerita pahit kadang menjadi kenangan yang sangat mengesankan ketika kita mampu melewatinya dengan baik dan ternyata saat ini kita telah mampu melihat kesulitan saat itu sebagai sesuatu yang tak berarti lagi. Aku sering mengingat kembali beberapa kepedihan, kesulitan dan ketakutan di masa lalu yang saat itu sempat membuatku frustasi. Alhamdulillah saat ini aku telah mampu melihatnya sebagai sesuatu yang terjadi hanya karena kebodohanku semata yang tak mampu memahami apa yang terjadi. Setiap kejadian selalu membawa hikmah. Setiap kejadian adalah kenangan. Jadi, tak ada salahnya kita merajut hikmah dari untaian kenangan. Well, my sister already gave me a new spirit to write!
dukacita
Hari ini kantor kami berduka. Seorang sahabat kami tadi malam pukul 2 dinihari meninggal dunia. Usianya baru menginjak 39 tahun dengan empat orang anak yang masih sangat kecil. Kepergiannya sungguh mengagetkan kami karena almarhum selama ini ada dalam keadaan sehat walafiat. Tubuhnya bugar dengan kumis dan keceriaan masa muda yang terpancar di wajahnya. Tuhan memang Maha Perencana dan kita tak pernah dapat membaca kejadian bahkan sedetik ke depan akan bagaimana dan terjadi apa. Almarhum hari sabtu masih ikut dalam kegiatan extra di kantor kami dan keesokan harinya berangkat ke Pakanbaru karena diminta datang oleh kedua orangtuanya. Almarhum berangkat seorang diri dan menurut kabar yang saya dengar setibanya di pakanbaru langsung disuguhi dengan buah durian yang sangat banyak karena di kota Pakanbaru sedang musim durian dan entah bagaimana cerita selanjutnya yang pasti bahwa pada pukul 2 malam almarhum sudah menghembuskan nafas yang terakhir. Saya tertegun ketika pagi ini sampai di mulut pintu kantor dan diberi kabar kematian Andi Sartono oleh staff saya. Beberapa hari yang lalu saya masih sempat melihat dan berbicara dengan almarhum dalam sebuah acara rapat kegiatan kantor dan tak terlihat sedikitpun raut wajahnya sebagai seseorang yang sedang menghadapi maut. Saya tercenung beberapa lama. Selalu ada perasaan ganjil setiap mendengar kabar kematian seseorang yang saya kenal apalagi kematian seseorang yang begitu dekat seperti kematian ayah beberapa waktu dulu. Kabar kematian yang tiba-tiba seperti kematian Andi sartono sungguh menjadi berita teramat mengejutkan bagi sanak keluarga dan orang-orang yang mengenalnya. Teman-teman kantor mengantarkan sang istri almarhum ke pakanbaru tanpa memberitahu bahwa sang suami telah tiada. Aku tak sanggup membayangkan bagaimana kesedihan yang terjadi setibanya sang istri di rumah sang mertua dengan disuguhi pemandangan sang suami terbujur kaku. Kos dibawa heulang, kata umi mengibaratkan kehilangan karena kematian tiba-tiba. Adakah kematian seseorang yang tak menyisakan kesedihan bagi orang-orang yang mencintainya? Kematian yang didahului dengan sakit berkepanjangan tak surut membuat rasa kehilangan bagi orang yang ditinggalkan. Sakit sebentar kemudian meninggal juga demikian. Mati saat bayi, kita akan mengasihani sang ayah dan bundanya. Mati saat kanak-kanak tak kurang pedihnya. Keur lucu-lucuna, karunya. Kematian saat masih remaja juga memilukan karena anak seumur jagung telah berpulang ke rahmatullah. Bapak-bapak? Ah, rasanya kok tetep masih belum layak untuk pergi menghadap Tuhan. Kakek kakek, nenek nenek tetap saja ada kegetiran yang ditinggalkan. Karena semua manusia menanam cerita dalam ingatan manusia di sekelilingnya. Kepergian seorang manusia tetap menjadi kehilangan bagi yang mencintainya kapanpun ia pergi. Semoga Allah menerima amal kebajikan setiap muslim dan memaafkan setiap salahnya.