suara fals

 

Salah satu hal yang membuat saya prihatin dengan kondisi diri saya adalah ketidakmampuan pita suara saya mengeluarkan suara yang indah saat menyanyi. Rasanya sirik sekali melihat dan mendengar teman-teman kantor yang mampu menyanyi dengan nada yang baik dan suara yang tidak sumbang. Dulu saya fikir suara manusia sama saja asalkan mampu mengikuti nada dan irama lagu serta bisa naik turun sesuai tangga nada maka ia akan mampu bernyanyi. Ternyata suara manusia diciptakan Tuhan berbeda beda dari mulai yang super fals sampai suara yang deheman nya saja mampu membuat irama merdu. Coba dengarkan suara Andrea Brocelli si penyanyi tenor dari Itali, saat mendengar ia bernyanyi rasanya kita sedang mendengarkan suara terbaik yang diciptakan Tuhan di muka bumi karena masuk ke gendang telinga dengan sangat indah dan otak menerima perintah untuk mendengarkan dan meresapi, kadang otak memerintahkan bulu kuduk berdiri saking indahnya suara itu. Atau dengarlah michael Buble saat menyanyikan lagu Home, bulu kuduk benar-benar berdiri mendengarkan suaranya yang terdengar seperti suara dari sepotong kalbu yang berdentang-dentang apalagi kita dengarkan saat diri kita benar-benar rindu untuk pulang ke rumah berkumpul dengan keluarga tercinta. Dulu sering sekali undangan untuk pergi ke karaoke mengalir ke handphone saya. Saat itu entah kenapa saya belum begitu sadar dengan ke falesan suara yang saya miliki. Setiap kali sampai di ruang karaoke maka saya tak pernah mengatakan tidak untuk menyanyikan lagu apapun. Soal mengingat lagu memang bolehlah saya dibilang jago nya bahkan dibandingkan teman-teman dengan pita suara yang lebih bagus. Lagu dari zaman Nat King Cole sampai lagu zaman Obbie Mesakh yang merajalela di tahun 80 an masih saya ingat dengan baik. Dan sebagai kalangan yang cukup terpelajar aku tak pernah melirik se senti pun pada menu lagu-lagu dangdut yang tersedia. Untungnya suasana karaoke yang hiruk pikuk dan teman-teman yang berkumpul sibuk sendiri dengan obrolan dan makanan masing-masing membuat nyanyian yang keluar dari mulut kami tak begitu menjadi pusat hirauan. Lain cerita jika kesempatan menyanyi yang diberikan adalah pada saat acara kantor resmi  yang dilengkapi dengan organ atau band pengiring lengkap. Saya berusaha untuk menghindari kesempatan menyanyi karena mulai terserang kehilangan kepercayaan diri setelah kesadaran diri bahwa suara saya tak enak didengar mulai muncul dan komentar sahabat-sahabat yang menyarankan agar saya pandai-pandai memilih jenis lagu. Memilih jenis lagu?  Mungkin iya, karena saya berhasil menyelesaikan beberapa lagu pendek dengan tempo cepat dan syair sederhana dan tidak terdengar fals. Sialnya lagi beberapa lagu dangdut seperti lagu benang biru nya meggy Z dan lagu rhoma Irama berjudul begadang  yang pernah saya nyanyikan di muka umum mendapat tepukan meriah. Sumpah saya anti abis utun inji amit-amit mendengarkan dan menikmati lagu dangdut kecuali tidak sengaja dan terpaksa duduk di muka layar tv yang sedang menyuguhkan ikke nurjanah atau cici paramida. Tadinya saya berfikir bahwa tepukan anak-anak kantor ketika saya menyelesaikan lagu sakit giginya maggy z sebagai penghormatan kepada saya atas kerelaan menyanyikan lagu dangdut dan membuat acara jadi gegap gempita. Bapak bagus nyanyi nya, begitu komentar beberapa orang staff saya dan sumpah baru sekali itu ada orang memuji cara saya menyanyi. Istri saya kebetulan beberapa kali menemani saya dalam sebuah acara yang memaksa saya naik panggung untuk menyumbangkan lagu. Nah, ternyata komentar istri saya tak berbeda dengan teman-teman kantor. Abi mending nyanyi dangdut aja, nggak kedenger fals, begitu kata istriku. Aku yakin istriku jujur dan mudah-mudahan bukan karena ia penggemar Maggy Z. Maka luluh lantaklah semua kebanggaan diri saya sebagai pengamat dan pendengar lagu kelas tinggi seperti musik Jammie Culum, michael frank atau sarah Brightman. Bahkan ternyata kemampuan vokal saya tak layak untuk disejajarkan dengan Obbie Messakh Cs yang selalu saya perhinakan. Ampun dan maaf saya haturkan buat Om Meggy Z yang selama ini saya anggap lebih kampungan dari orang kampung manapun yang pernah saya kenal. Buat bang haji Rhoma Irama semoga Tuhan memberi anda umur panjang dan menciptakan lagu lain sekelas begadang agar suara sumbang saya selamat saat berdendang di depan kuping para petinggi nanti.

Published in: on January 8, 2009 at 8:08 am Comments (4)