Orang indonesia seperti saya ini memang suka sekali menantang hidup. Tepatnya mungkin menantang hidup yang beresiko tanpa persiapan. Terus terang saya merupakan salah satu kepala keluarga yang termasuk tidak mempersiapkan planning yang baik untuk keberlangsungan rumah tangga. Kejadiannya kemarin waktu istri saya masuk rumah sakit untuk kesekian kalinya. Padahal sudah jadi pelajaran (berharga) banget bahwa masuk rumah sakit di negara ini sangat mahal kecuali buat teman-teman yang beruntung bekerja di perusahaan besar atau multinasional yang jaminan kesehatannya ditanggung penuh oleh perusahaan. Nah, bagi pegawai negeri seperti saya jelas masuk rumah sakit (bagus) menjadi tantangan tersendiri karena tidak mungkin mengandalkan ASKES yang hanya bisa dipakai untuk kelas dan obat yang dengan standar tertentu. Saya sempat terkaget-kaget membaca bill tagihan rumah sakit untuk 2 malam perawatan. Jalan keluar sebenarnya sudah jelas bahwa jika kita ingin mendapatkan jaminan penggantian atas biaya rumah sakit harus ikut asuransi kesehatan. Anehnya, berkali kali mendapatkan tagihan rumah sakit yang mahal tetap saja tidak mengubah orientasi otak saya bahwa asuransi kesehatan itu mendesak sekali. Akhirnya hari ini sepulang dari rumah sakit setelah sakit hati melihat angka bill yang harus dilunasi saya putuskan ikut salah satu program asurnasi yang ditawarkan sebuah bank milik pemerintah. Budaya orang indonesia memang menyerahkan semua pada kalimat sakti  gimana nanti, bukan nanti bagaimana. Saya tahu sekali banyak saudara dan handai taulan yang hidup berkecukupan tapi tidak pernah melakukan planning atas masa dpan kesehatannya sehingga bukan cerita bohong banyak kasus keluarga di negeri ini yang bangkrut total karena salah satu anggota keluarganya sakit parah dan lama sehingga menguras seluruh tabungan usaha. Belum lagi jika kita bicara asuransi rumah, pendidikan dan asuransi jiwa. Memang benar Tuhan yang mengatur dan memberi rezeki pada seluruh manusia tapi tentu Tuhan menyerahkan semua pengelolaannya pada diri kita. Jadi ikut asuransi saya fikir tak ada salahnya.

Advertisement