Saat waktu senggang, rasanya banyak diantara kita yang memilih menyalakan si kotak ajaib (walaupun sekarang sudah banyak yang bentuknya pipih) di depan kita, nonton televisi. nah, perkara televisi atau tipi ini bikin saya akhir-akhir ini sering uring-uringan. Saya tidak tahu apakah karena faktor usia yang semakin bertambah tua ataukah emang acara tipinya sendiri. Saya sering bolak balik memencet angka di remote control dan tetap tidak bisa menemukan acara yang bisa membuat saya tune in dalam jangka seharusnya. Saya bingung karena tak ada tontonan yang menurut saya layak saya pelototin. Program berita kadang masih saya ikutin jika ada berita baru baik itu tentang ketololan pejabat, ironi tabung gas, kecelakaan alat transportasi atau tragedi kemanusiaan baik di dalam maupun luar negeri. Tapi acara berita kadang malah seperti propaganda dan amat membosankan karena diangkat jadi headline berkali kali dan berhari hari. Belum lagi wawancara kadang dengan mengundang narasumber yang tidak kompeten dan malah seperti ingin mengangkat polemik ditengah masyarakat. Acara hiburan? sami mawon. Stasiun televisi tertentu sudah pada tahap membuat acara yang tidak memberikan kejelasan maksud acara dengan pembawa acara yang sangat tidakĀ bisa membuat saya tertawa. Untungnya masih ada acara kick andy dan oprah. Dua acara ini saja yang menurut saya mengajarkan kecerdasan berfikir dan memanusiakan manusia. Saya tidak kenal kedua pembawa acara ini tetapi saya yakin sekali manusia yang ingin belajar banyak lewat media televisi pasti setuju dengan saya. So, saya rasa benar sekali nasehat terkini yang menghimbau agar kita menjauhkan keluarga dan anak kita dari televisi semampu kita. Nyalakan tipi saat kita sendiri dan tak ada pilihan kegiatan lain.