bacaan favoritte

Bagi yang suka baca, membaca buku jelas jadi menu keseharian seperti makan, minum atu tidur. Bacaan Koran mungkin malah dianggap bukan membaca lagi tapi merenung saja (apalagi baca Koran negeri kita yang isinya kesedihan dan keprihatinan). Bagi saya ada beberapa buku dan majalah yang menurut saya telah memberikan pencerahan dan petunjuk dalam meniti hidup mulai kanak-kanak, remaja hingga sekarang. Tentu tidak perlu saya sebutkan AlQur’an karena ia adalah induk segala ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang diberikan Tuhan, sementara buku-buku ini adalah karangan manusia yang dikaruniai Allah kemampuan menulis.

 

 

 

Majalah Bobo

 

Mungkin saya perlu berterimakasih kepada siapapun yang telah menerbitkan dan mengasuh majalag Bobo. Bagaimana tidak, usia SD saya ditemani majalah yang menurut saya amazing ini. Kadang saya cukup membacanya dari pinjaman sekolah TK tempat saya menunggu adik sekolah atau dari satu keluarga tetangga yang rajin membeli majalah (Almarhum Pak Hais yang baik, mudah-mudahan Allah membalas segala kebaikannya). Kadang malah saya sengaja berburu Bobo ke loak di pasar dengan membelinya secara kiloan. Saat itu majalah anak-anak belum terkontaminasi dengan iklan konsumerisme seperti sekarang sehingga tak ada istilah gaya atau cerita out of data (jadul). Baca edisi dua tahun lalu tetap memberikan kenikmatan dan pencerahan luar biasa. Keluarga bobo yang selalu riang (saya sampe sempet berfikir pengen jadi kelinci saja), negeri dongeng (ya ampun…saat itu saya yakin sorga itu pasti isinya Oki dan Nirmala), Bona si Belalai panjang (ah, saya nggak terlalu suka gajah jadi sering saya lewat), Juwita dan si Sirik (nah…ini yang paling seru karena sirik selalu sirik dan juwita selalu berhasil membuatnya babak belur), deni manusia ikan, ceritanya deni bisa ngomong sama ikan …(hihihi…kalo mandi di sungai saya suka mencoba kata-kata blfff….slpppp…tustst…seperti tertulis di cerita Deni, siapa tahu ada ikan yang mengerti). Ceritanya bikin penasaran dan lama-lama sering jengkel karena ibu bapaknya nggak ketemu-ketemu juga, kasihan kan si Deni nya. Belum lagi beberapa cerita pendeknya yang selalu menginspirasi untuk berbuat baik dan melihat hidup dengan gembira.

 

 

 

Majalah Hai

 

Nah, ini majalah saya ketika menjelang SMP sampe kelas 3 SMA. Isinya luar biasa bagus (saat itu) karena digawangi Arswendo Atmowiloto yang cerdas dalam menulis. ada Kiki dan komplotannya buatan Bang Wendo yang bercerita tentang Kiki si anak kaya dan tingkah polah teman-teman segangnya yang keren abis (untuk ukuran ABG zaman itu). Ada si Alex yang naksir Ida, si Berantakan dan beberapa tokoh lain yang saya lupa. Ceritanya selalu seru dan konyol dengan bahasa yang selalu membuat saya nyengir bahkan tertawa. Serial komiknya pasti Trigan. Ufh…gambarnya keren abis, saya lupa nama pengarangnya tapi ceritanya sungguh mendebarkan karena selalu dengan bumbu intrik dan konspirasi. Ada juga si Imung detektif cilik yang mampu memecahkan beberapa perkara criminal (anak sekarang mana percaya…..lagian namanya aja Imung yang terdengar jadul…). Seiring waktu kemudian format Hai berubah jadi majalah remaja Cowok, tokohnya tentu saja si Lupus buatan Hilman Hariwijaya. Majalahnya mulai keliatan lux karena pake cover glossy dan saya melihat mulai banyak iklan dan bahasannya mulai ke masalah masalah pubertas gitu. Saya sering bela-belain nggak jajan buat beli majalah Hai yang harganya mulai terasa mulai mahal buat kantong anak SMA kebanyakan.

 

 

 

 

majalah Mutiara

 

Dulu ada satu majalah seukuran tabloid yang isinya baguuuuuuuuuuuuus banget. Mengupas tentang banyak hal tapi satu kolom yang menurut saya merubah cara pandang saya terhadap hidup adalah kolom surat dari sahabat. Isinya tentang surat dari seorang penerima beasiswa BPPT yang bersekolah di jerman (kalo nggak salah namanya Wisnu apa gitu). Wisnu ini bercerita dari awal tentang bagaimana dia mendapatkan beasiswa selepas SMA sampai akhirnya bersekolah di sekolah teknik di jerman (saat itu lagi booming pengen jadi Insinyur kayak pak Habibi dan IPTN lagi di gembar gemborkan sebagai bukti kemajuan bangsa). Selain cerita soal kuliah, si Wisnu ini bercerita juga tentang seperti apa Negara jerman dan orang-orangnya. Bagi saya anak SMA kelas satu yang merasa ingin belajar tentu saja serasa mendapatkan satu motivasi untuk menjadi seperti Wisnu. Apalagi dengan keterbatasan saya yang bersekolah di SMA kecamatan yang sering terlambat mendapatkan informasi seputar dunia ilmu dan pendidikan. Sumpah, sejak saat itu saya bersumpah pada diri saya sendiri untuk bisa kuliah gratis dan menginjakan kaki di bumi Eropa.

 

 

 

Buku Dale Carnegie

 

 

Buku Dale Carnegie yang masih beredar sampai sekarang adalah salah satu motivator hidup saya. Bahasanya mudah dicerna dan kata-katanya sederhana walaupun saduran dari bahasa Inggris. Bagi orang yang sedang dirundung masalah, buku ini adalah buku terbaik di zamannya. Karena ditulis seorang Kristen contoh yang diambil adalah selalu orang dengan latar belakang keyakinan Kristen. Tapi menurut saya bukan masalah karena kita tinggal men-switch nya dengan keyakinan yang kita anut.

 

 

 

 

La Tahzan

 

Mungkin buku ini akan saya kenang sebagai buku yang paling berkesan dalam hidup saya. Bukan karena say abaca saat banyak maslah dalam hidup saya tapi karena  Aidh AlQarni menulis buku yang luar biasa ini dengan kata-kata yang amat indah dan santun. Ia tidak menghakimi siapapun dan memberikan penegasan bahwa kasih Allah ada diatas murkanya. Saya benar-benar merasa mendengarkan suara si pengarang berbisik di telinga ketika membaca buku ini. Kedengaran cengeng memang kalo saya bilang bahwa saya menangis di bagian-bagian tertentu buku ini. Ada satu bagian petikan Qur’an yang dikutup si pengarang dan tertanam dalam ingatan saya serta jadi obat bagi saya selalu………….Allah tidak memberikan cobaan padamu diluar batas kemampuanmu ( Laa Yukallifullahu Nafsan Illa Wus’ahaa)

 

 

 

Kite Runner

 

 

Buku karangan Khaled Khosseini seorang Afghanistan yang menjadi warga Negara Amerika. Pertama kali ketika hendak membeli buku ini terus terang saya tertarik nama pengarangnya…nama Arab tapi di atas judulnya ditulis bahwa its New York Times Best Sellers….Benar saja, ketika mulai membacanya saya tidak bisa berhenti untuk membuka halaman berikutnya. Kisah seorang anak Afghanistan dengan setting masa Kabul jatuh ke tangan Uni Sovyet. Saya serasa dibawa ke dalam suasana keluarga Afghanistan di Kabul dengan segala kesulitan dan peperangan dalam sebagian besar hidupnya. Saat Hassan masuk kedalam truk tanki minyak yang gelap bersama ayah dan ratusan manusia lain untuk keluar dari Afghanistan rasanya saya ikut kesulitan bernafas dan merasakan ada dalam gelap dan takut itu. Buku yang layak untuk saya koleksi dan rasanya nggak rugi saya sampai membeli dalam versi Inggris maupun Indonesia.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.