Extrovert-introvert
Kemarin siang bossku memaparkan tentang perbedaan orang extrovert dan introvert. Extrovert yang selalu terbuka, hangat,ceria senang berbicara dianggap mewakili jiwa yang tidak mudah stress dibandingkan dengan introvert yang lebih suka menyendiri, sulit mengutarakan isi hati dan sering mendendam. Usai paparan, boss bertanya pada beberapa temanku, apakah mereka merasa lebih sebagai introvert atau extrovert. Kebanyakan mereka mengaku sebagai extrovert. Tiba giliranku ditanya aku bingung. Rasanya aku orang yang cukup mudah bergaul. Bintangku saja gemini dikenal sebagai pribadi hangat,humoris san terbuka. Tapi rasanya beberapa tahun terakhir ini aku cenderung menjadi seorang introvert. Aku malas untuk menceritakan masalah pada orang lain apalagi seseorang yang tak layak aku percaya. Aku juga merasa belum menjadi orang yang berhasil mengenyahkan rasa dendam, sakit hati dan dengki-dengki kecil pada orang yang kuanggap menyakitiku. Akhirnya kujawab bahwa aku merasa extrovert yang sedang menuju menjadi intovert. Bossku sempat diam sejenak dan menjawab bahwa kebanyakan orang yang merasa hidupnya menjadi lebih baik dan menyenangkan adalah orang introvert yang menjadi extrovert atau orang extrovert yang semakin extrovert. Aku tak berkomentar tetapi diam-diam aku mungkin layak bertanya pada diriku sendiri, semakin bahagia atau menyedihkankah hidupku? Extrovert introvert, ah tiba-tiba aku merasa tak perlu peduli dengan teori psikologi. Aku selama ini hanya mencoba menyelami diriku dan dalam kesendirian sering kutemukan beberapa potong jawaban dari pertanyaan hidup.