obamania

Beberapa bulan terakhir ini saya ikut-ikutan tersihir Obama. Semua berita tentang Obama di media cetak maupun elektronik saya lahap tanpa bosan walaupun beritanya sering itu-itu saja. Obama adalah salah satu contoh sukses membawa diri dalam situasi yang teramat sulit. Just imagine, seorang yang ‘beda’ dalam hegemoni masyarakat kulit putih amerika bisa survive dan dengan kecerdasan dan kharismanya untuk sementara membuat dunia menoleh pada setiap apa yang diucapkannya. Bicara tentang Obama berarti juga meyakinkan kembali kepada saya (mungkin kita) bahwa penampakan fisik manusia tetap akan CANTIK DAN TAMPAN jika apa yang ada dalam kepalanya berfungsi dengan baik. Maksud saya begini, seandainya seorang Obama, dengan tubuh yang tergolong kurus, rambut kriwil2 dan kulit hitam legam adalah obama tanpa pendidikan hukum Harvard University, tanpa kemampuan bicara yang begitu hebat, tanpa pengalaman mengabdi pada organisasi non profit, bukan pekerja social, bukan mantan presiden jurnal Harvard review, pasti tidaklah akan sama dengan Obama saat ini. Mungkin saja takakan pernah ada yang menoleh jika Obama adalah orang tanpa pendidikan apapun dan tanpa keinginan apapun (useless people). Coba tengok (ih, tengok….bahasa jadul) Obama sekarang………..Obama adalah magnet bagi semua orang yang menyukai kesuksesan dan kecerdasan. Tiba-tiba semua orang melihat Obama sebagai lelaki dengan senyum paling menarik dan tulus. Seperti juga Michelle sang istri, wajahnya benar-benar tipikal wanita kulit hitam yang jauh dari sempurna layaknya aktris Halle Berry atau sang dewi cantik Penelope Cruz. Tapi tunggu dulu, saat ini dia masuk kategori salah satu wanita paling cantik dan berbusana terbaik di dunia versi majalah people. Itu semua karena kecerdasan telah memberi sinar mata yang cantik pada Michelle  maupun Obama. Amerika memang sumber dualisme atas segala sesuatu. Di satu sisi mereka memuja yang serba materi dan fisik tapi disisi lain mereka kerap menyodorkan realita sangat baik kepada kita, bahwa perjuangan dan kecerdasan adalah syarat utama menuju mimpi dan cita. Bahkan moral Amerika sering memberikan contoh kepada kita bahwa inner beauty memang sumber segala cantik. Alangkah baiknya kita mulai memberikan pengertian mendalam kepada orang-orang sekitar kita, terutama mereka yang masih berada dalam pencarian jati diri (apalagi buat yang merasa selalu nggak pede karena merasa nggak cantik atau tampan) untuk meyakini bahwa kehebatan mental dan akal jauh melebihi kehebatan fisik dan materi. Sebagai Obamania, saya meyakini bahwa selama kita memiliki akal sehat, keinginan sehat dan berjuang untuk menjadi manusia cerdas maka dunia tetap akan menjadi tanah harapan bagi kita.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.