sumpah jabatan

Sudah pernah mengikuti acara sumpah jabatan? Bagi sebagian besar Pegawai Negeri Sipil pasti tahu bagaimana bunyi kalimat yang diucapkan seseorang saat diangkat dalam jabatan atau kedudukan tertentu. Intinya berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan amanah yang diberikan. Jabatan memang amanah dan namanya amanah jelas harus dijaga dan resiko luar biasa besar akan kita terima jika kita menelantarakan atau mengingkari amanah tersebut. Tadi siang saya mengikuti acara pelantikan dan sumpah jabatan di lingkungan kantor.

…….Demi Allah saya berjanji tidak akan menerima sesuatu yang menurut saya atau patut dicurigai ada kaitannya dengan jabatan saya…………………dst

Merinding rasanya kalo kata-kata itu direnungkan. Manusia mulia adalah  manusia yang bisa menjaga janjinya. Sumpah jabatan adalah janji seseorang di depan Allah karena menggunakan nama Allah didalamnya.

Dalam kehidupan kita sehari-haripun sesungguhnya hidup kita dipenuhi janji kepada Allah. Berjanji bahwa sesungguhnya Shalatku,ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semata minimal diucapkan lima kali dalam sehari. Sadarkah kita bagaimana konsekwensi orang yang tak memenuhi janji. Perhatikan saat kita lupa atau tidak memenuhi janji kepada anak kita, seperti janji mengajaknya berenang. Sang anak akan kecewa dan bisa sampai tak lagi mau percaya dengan kata-kata kita jika kita terlalu sering berjanji tapi tak ditepati. Demikian juga halnya dengan pasangan kita, teman kita atau rekan bisnis kita. Sekali lancung ke ujian biasanya seumur hidup kita tak dipercaya. Bagaimana pula dengan janji kita kehadapanNya? Janji yang senantiasa kita ucapkan tapi sesering itu pula kita mengingkarai. Janji bahwa hanya Ia tempat curahan hidup kita tapi nyatanya pekerjaan saja membuat kita lupa padaNya. Belum lagi urusan anak,istri, hobbi bahkan urusan sepele saja mampu membuat kita berpaling dari janji setia menelusuri hidup hanya karena Nya. Berat rasanya kalo ingat janji terhadap Tuhan. Sumpah jabatan adalah janji kita terhadap Tuhan yang disaksikan dan didengarkan sekian manusia. Tak heran jika banyak perkara seputar pengingkaran terhadap janji kepadaNya berujung dengan buah pahit yang harus ditelan dan diketahui sekian juta mata dan didengar sekian pasang telinga. Belum lagi janji kita dihadapan penghulu dan TUHAN ketika berjanji dalam sebuah pernikahan. Berapa banyak janji yang kita ucapkan dan dengan entengnya kita langgar. Janji kepada manusia saja berbuah kemarahan saat tak ditepati, bagaimana pula dengan janji kepadaNya? Semoga Allah melindungiku dari janji yang tak dipenuhi dan menerima taubatku atas dosa ingkar janjiku yang telah lalu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.