SYUKUR
Hari Sabtu pagi itu saya agak malas untk bangun setelah shalat shubuh dan kembali tidur. Aku menikmati rasa malas sambil tiduran bersama istriku. Dalam hati aku mulai merancang acara hendak pergi kemana dengan anak dan istriku weekend ini karena aku sering merasa bosan saat melalui hari sabtu dan minggu tanpa bepergian keliling kota walau anak-anakku tak pernah meminta apalagi memaksa. Agus kirmadi sahabatku mampir saat acara jalan paginya. Sambil menyeka keringat Agus bercerita tentang teman-teman kami. Akhirnya obrolan berfokus pada salah satu sahabat kami yang jarang berkirim kabar lagi. Mungkin udah lupa aku, gus, kataku berasumsi. Berkali-kali kutelpon dan kirim sms nggak dijawab. Kemaren ia telpon aku, agus menyela, ternyata ia sedang susah, katanya. Agus menceritakan kesulitan yang sedang dihadapi sahabat kami itu terkait putranya yang telah divonis mengidap autis oleh dokter. Usianya dua tahun tetapi belum mampu berbicara sepatah katapun, agus menambahkan. Ya ampun, kasian sekali, aku bergumam. Anak autis kesulitan dan beradaptasi, berinteraksi dan berbicara. Aku tiba-tiba seperti diingatkan tentang syukur pagi ini. Anak kami yang sehat dan normal seringkali kuanggap sesuatu yang memang sudah seharusnya dan selayaknya terjadi padahal semuanya adalah karena kemurahan Tuhan pada kami dan jika Ia menghendaki tak ada yang sulit bagiNya untuk menimpakan ujian yang diberikan pada sahabatku itu kepada siapapun. Aku seharusnya mensyukuri semua ini setiap saat dari saat terbangun shubuh hingga berangkat tidur di malam hari. Betapa aku sering lupa bahwa Allah telah membesarkan dan menjaga anak-anakku sejak dalam kandungan hingga sekarang mereka menjadi manusia yang bisa kuajak bercerita dan berbagi. Aku mensyukuri yang Tuhan berikan untukku dan anak-anakku tetapi aku layak untuk mendoakan yang terbaik pada sahabatku yang sedang diuji. Kita tak layak untuk memberikan syak wasangka kemungkinan seseorang mendapatkan keturunan yang tak normal karena kesalahan yang pernah dilakukannya. Allah telah mengatur setiap helai daun kering yang gugur apalagi menyangkut mahluk yang ditunjuk sebagai khalifah di muka bumi. Aku hanya berharap sahabatku mampu menjalani ujian yang diberikan kepadanya. Anak spesial tentu untuk orang tua yang spesial, agus mengutip isi salah satu buku. Benar sekali, bahkan setiap kesulitan berupa penderitaan, kepayahan, ketaknormalan bahkan bencana akan selalu menjadi hikmah agung buat yang mau bersabar dan berusaha keluar dari kesulitannya.